Sungai Wampu (Class II – III) Sungai Wampu merupakan sungai paling populer untuk arung jeram di provinsi Sumatra Utara.Sungai ini mengalir melintasi dua kabupaten, yaitu Karo dan Langkat sepanjang lebih dari 140 kilometer. Hulunya berada pada dataran tinggi Karo dan bermuara di kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading, Langkat Timur Laut. |
|
|
|
Sungai Alas (Class III – IV) Sungai ini terletak di dalam TN Gunung Leuser dan mengalir ke arah Aceh Selatan. Sungai ini termasuk sungai yang selalu diimpikan untuk diarungi oleh penggiat arung jeram. Tingkat kesulitan jeram-jeramnya antara III – IV. Ada beberapa trip yang bisa dipilih. Untuk perjalanan satu hari pengarungan dapat dimulai dari Serkil ke Ketambe atau Natam dekat Kutacane. Jika memang tertarik untuk trip panjang, pangarungan dapat dimulai dari Ketambe ke Gelombang, Aceh Selatan. |
|
|
|
Sungai Tripa (Class III – IV) Sungai ini juga terdapat di TN Gunung Leuser. Titik awal pengarungan dimulai dari desa Pasir dan berakhir di desa Tongra, Terangun Aceh Tenggara. Muara sungai Tripa berada di Aceh Barat dan mengalir ke Samudera Hindia. Untuk mencapai desa Pasir dapat melalui Blangkejeren melalui jalan-jalan berlumpur. |
|
|
|
Sungai Asahan (Class III – V) Sungai ini mengalir dari mulut Danau Toba melewati Kab. Asahan dan berakhir di Teluk Nibung, Selat Malaka. Jeram sungai asahan terkenal liar dan deras. Topografi daerah ini bergelombang membuat jeram-jeram di sungai asahan ini menjadi sangat variatif, berombak tinggi, dan panjang. Titik awal dapat dimulai dari Sampuran Harimau yang terletak di desa Tangga di Kab. Asahan dan titik akhirnya di desa Bandar Pulau. Jeram terbesar dan terganas adalah rabbit hole yang mempunyai grade V. |
|
|
|
Sungai Batang Toru (Class III – IV) Sungai Batang Toru terletak di wilayah Tapanuli Selatan berhulu di Danau Toba. Mengalir ke arah Barat daya dan bermuara di Samudera Hindia. Sungai ini dikenal juga dengan nama Aek Sigeon oleh orang-orang Tarutung sampai ke hulu, sedang orang di sekitar Batang Toru ini menyebutnya dengan nama Aek Sarula. Panjang sungai sekitar 125 km. |
|
|
|
Way Semangka (Class II – III) Way Semangka terletak di pingir perbatasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung. Lintasan yang asyik untuk diarungi adalah sepanjang 23 km dengan waktu tempuh antara 5 s/d 7 jam. Pemandangan di sisi sungai sangat menarik terutama di separuh sungai bagian atas. Start dimulai dari desa Tugu Ratu dan finish di Dam Talang Asahan. Untuk mencapai tempat start di Tugu Ratu memakan waktu sekitar 5-6 jam dari Tanjung Karang. |
|
|
|
Sungai Citarik (Class III) Sungai ini cukup terkenal di antara para penggemar pengarung jeram. Kondisi airnya cukup jernih dan relatif stabil sepanjang tahun. Lintasan yang cukup asyik untuk diarungi sepanjang 17 km. Start dapat dimulai dari Parakan Telu desa Cigelong atau dari Pajagan, desa Cigelong. Sedang finish di desa Citangkolo, Cikidang atau di desa Cikadu, Pelabuhan Ratu. Total pengarungan sekitar 4 jam. Namun pada umumnya pengarungan dimulai dari Pajagan dan berakhir di desa Cikadu. |
|
|
|
Sungai Cicatih (Class III – IV) Terletak di Kab. Sukabumi, sungai cukup lebar antara 25 s/d 100 meter. Entry point pertama adalah dari Dam PLTA Ubruk, sedang entry point ke dua dari desa Bojongkerta. Sedang finish di jembatan gantung Leuwilalai. Lama pengarungan sekitar 3 jam jika titik mulai dari DAM Ubruk, jika mulai dari Bojongkerta lama pengarungan sekitar 2 jam. Jeram terrbesar adalah jeram gigi dengan tingkat kesulitan Class IV. |
|
|
|
Sungai Cimandiri (Class III) Terletak di daerah Sukabumi Jawa barat. Sungai yang berhulu di Gunung Gede Pangrango ini merentang sepanjang 8,6 km. Biasanya, jalur pengarungan yang ditempuh adalah antara jembatan Padabeunghar dan jembatan desa Cilalai, titik yang sama untuk mengakhiri pengarungan di Sungai Cicatih. |
|
|
|
Sungai Cikandang (Class III – IV+) Air sungai Cikandang berasal dari Gunung Cikuray dan Papandayan yang bermuara di Samudra Hindia (laut selatan), terletak di wilayah selatan kabupaten Garut. Sungai ini masih sangat asri dan jauh dari polusi karena jauh dari daerah permukiman. Air sungai Cikandang relatif stabil baik dimusim kemarau ataupun musim hujan. |
|
|
|
Sungai Cimanuk (Class III – IV+) Hulu sungai Cimanuk berasal dari Gunung Papandayan, melintasi 4 Kabupaten, yaitu Garut, Sumedang, Majalengka dan Cirebon. Sungai ini bermuara di laut Jawa dengan beberapa pilihan lokasi dan lama pengarungan. Beberapa entry point untuk pengarungan sungai ini antara lain: Jager – Leuwi Goong, Leuwi Goong – Sasak Besi, Sasak Besi – Limbangan, namun ada pula yang berakhir sampai ke Wado (kab. Majalengka) dengan lama pengarungan mencapai 3 Hari. |
|
|
|
Sungai Cipeles (Class II – III) Terletak di Kab. Sumedang dan merupakan sungai yang baru untuk kegiatan arung jeram. Panjang lintasan yang biasa diarungi sejauh 10 Km dengan lama pengarungan 2 jam. Lokasi entry point sungai ini adalah Rumah Makan Sari Bumi dan finish di Bendungan Sentig. |
|
|
|
Sungai Cikaso (Class III – IV) Hulu sungai Cikaso berada di daerah pegunungan di Sukabumi utara. Sedang muara sungai ini berada di pantai selatan di daerah Kecamatan Surade, Sukabumi Selatan. Panjang sungai yang sudah diarungi baru sekitar 24 km. Sungai ini mempunyai daya tarik tersendiri, karena di sepanjang aliran sungai banyak ditemui air terjun yang meluncur dari tebing-tebing sungai yang ditumbuhi lumut-lumut hijau. |
|
|
|
Sungai Palayangan (Class III – IV) Air sungai Palayangan berasal dari Situ Cileunca yang terletak di Pangalengan, Kabupaten Bandung yang terkenal dengan kesejukannya. Sungai Palayangan memiliki gradien tinggi dengan arus yang cukup deras. Sungai ini dapat diarungi sepanjang tahun. Lebar sungai antara 5-10 meter dengan kelokkan tajam dan beberapa drop menyertainya. |
|
|
|
Sungai Cianten (Class II – III) Terletak di Kabupaten Bogor. Hulu sungai berada dari hutan-hutan di kawasan Taman Nasional Halimun. Sungai Cianten merupakan anak sungai Cisadane. Aliran air sungai cukup stabil, karena di atas lokasi start Batu Beulah merupakan Dam yang berfungsi untuk PLTA. |
|
|
|
Sungai Cisadane (Class II – III) Bagi pemula, sungai Cisadane merupakan pilihan yang tepat untuk berarung jeram. Letaknya tak jauh dari kota Bogor. Aliran air berasal dari dari kawasan hutan-hutan di Gunung Salak. Panjang sungai yang biasa diarungi adalah sepanjang 9 km dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. |
|
|
|
Sungai Progo (Class II – V) Hulu sungai Progo berada di lembah diantara dua gunung, Sindoro dan Sumbing. Mengalir ke arah selatan, membelah dua propinsi, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Arusnya cukup deras dan sangat fluktuatif terutama pada musim hujan. Entry point dapat dilakukan dari beberapa tempat. |
|
|
|
Sungai Elo (Class II – III) Sungai Elo terletak di Kabupaten Magelang dekat dengan Candi Mendut dan Candi Borobudur kira-kira 35 menit dari Jogjakarta. merupakan Anak sungai Progo yang berhulu di lereng barat gunung Merbabu. Airnya lebih jernih dibanding sungai Progo. |
|
|
|
Sungai Serayu (Class III – IV) Sungai Serayu terletak di Kabupaten Wonosobo – Banjarnegara, Jawa Tengah kira-kira 2,5 jam perjalanan dari Jogjakarta dengan melewati lereng Gunung Sindoro-Sumbing yang menyajikan kesejukan dan panorama alam pengunungan. |
|
|
|
Sungai Pekalen (Class III – IV) Terletak di Kab. Probolinggo – Jawa Timur, Sungai Pekalen atau biasa disebut Kali Pekalen Sampean bersumber dari gunung Gunung Argopuro (3.088 m). Sungai ini disebut-sebut sebagai sungai terbaik untuk kegiatan arung jeram di Jawa Timur. Kali Pekalen bersumber di tiga tempat, Sumberduren dan Ranusegaran, dan sumber di tapal batas Guyangan-Watupanjang. |
|
|
|
Sungai Brantas (Class II – III) Sungai Brantas cukup menarik untuk penggemar arung jeram. Jeram yang terkenal disungai ini adalah jeram Suud. Titik awal pengarungan biasanya dimulai dari Gang Sembilan Gadang sampai ke daerah Dam Blobo atau daerah Karang Duren, Malang. Pengarungan memakan waktu sekitar 3 jam. |
|
|
|
Sungai Maiting (Class III – IV) Terletak didaerah Makale, Sulawesi selatan. Titik entry point berada di desa Dende Ma´dong. Jeram pertama yang akan kita temui adalah jeram Sella. Tingginya sekitar dua meter dan jatuh dengan kemiringan 90 derajat. Dengan alur sempit dan terapit batu besar di kiri dan tebing terjal di kanan perahu. |
|
|
|
Sungai Sadang (Class III – V) Sungai terbesar di Sulawesi Selatan, melintasi Tana Toraja dengan panjang mencapai 182 km ke arah barat. Sungai Sadang memiliki lebar rata-rata 80 meter dan mempunyai anak sungai sampai 294 jumlahnya. Pengarungan di sungai ini dilakukan dari daerah Buakayu dengan lama pengarungan 2 hari. |
|
|
|
Sungai Bongka (Class III – V) Sungai terbesar di Sulawesi Utara dengan panjang mencapai 126 km, dan mempunyai anak sungai sejumlah 199 buah. Belum ada data lengkap tentang kegiatan arung jeram di sungai ini. |
|
|
|
Sungai Lariang (Class III – V) Sungai paling besar di Sulawesi dengan panjang mencapai 255 km dan memiliki anak sungai sampai 637 buah jumlahnya. Luasnya mencapai 7.152 km persegi. Hingga saat ini masih dapat dihitung dengan jari, rombongan tim arung jeram yang pernah mencicipi nikmatnya jeram di sana. |
|
|
|